Fakta Menarik Tentang Anjing dan Kucing

Fakta Menarik Tentang Anjing dan Kucing

Anjing dan Kucing merupakan sebuah peribahasa yang mungkin pernah Anda dengar. Setelah mendengar, apakah Anda mengetahui artinya? Mungkin sebagian sudah banyak yang mengetahui, namun jika belum mengetahui pasti Anda sudah bisa mengira atau menebak-nebak tentang arti dari peribahasa ini. Sehingga, jika Anda berpikiran mengenai seorang yang tidak bisa akur dan saling bermusuhan maka itu adalah jawaban yang benar. Peribahasa ini diambil dari sebuah kisah dimana konon katanya kucing memang tidak bisa hidup secara akur bersama dengan anjing. Sehingga, kebiasaan hidup ini mengundang daya tarik dan minat peneliti untuk mengkaji hal ini lebih lanjut lagi untuk membuktikan benar atau tidaknya. Terdapat beberapa fakta terhadap penelitian yang dilakukan pada anjing dan kucing, berikut diantaranya:

1. Peneliti yang mengadakan survey secara online berasal dari University of Lincoln.

2. Survey dilakukan terhadap pemilik rumah yang memelihara anjing dan kucing, sedangkan jumlah rumah yang menjadi responden mencapai 748.

3. Penelitian dilakukan di beberapa negara maju seperti Inggris, Amerika, Australia, Kanada dan beberapa negara di Eropa.

Adapun hasil survey yang diperoleh yakni hidup rukun antara anjing dan kucing. Hal ini berasal dari total responden yang mencapai 80% mengatakan bahwa hewan peliharaan berupa anjing dan kucing dapat hidup dengan rukun dan damai. Sedangkan 3% dari hasil penelitian mengatakan bahwa kehidupan kucing dan anjing tidak bisa akur. Meski hidup akur seperti yang banyak dikatakan oleh para pemeliharanya, namun kedua binatang ini kerap berkelahi. Di samping itu, hasil survey juga menyatakan bahwa anjing yang notabene dianggap hewan agresif dan ganas serta banyak ditakuti manusia justru memiliki tingkat galak yang lebih rendah dibandingkan sikap galak kucing terhadap anjing. Sehingga, saat perkelahian kerap dimenangkan oleh kucing, sedangkan anjing terluka. Terlebih lagi anjing yang berukuran kecil seperti misalnya Mini Goldendoodle. Para peneliti juga menyatakan bahwa perbandingan antara lebih banyak anjing yang terluka daripada kucing mencapai 1 banding 10. Hal ini diduga karena penjinakan anjing jauh lebih lama dibandingkan kucing. Selain itu, anjing merupakan hewan yang banyak dilatih sehingga bisa mengendalikan emosi dan perilakunya.